12/26/11

Distance Vector and Link State


Interior Gateway Protocols (IGPs) bisa diklasifikasikan atas dua tipe:

Distance Vector Routing Protocol Operation
Distance vector merupakan routing dimana rute diberitahukan berdasarkan vector jarak dan arah. Jaraknya adalah metric seperti jumlah hop dan arah merupakan next-hop sebuah router atau interface keluaran dari paket pada sebuah router. Protokol distance vector biasanya menggunakan algoritma Bellman-Ford untuk menentukan jalur terbaiknya.Beberapa protokol distance vector mengirim secara periodic dan lengkap informasi routing pada sebuah router yang terhubung padanya. Pada jaringan yang lebih luashal ini mengakibatkan beban trafik yang cukup besar terhadap link yang ada.Meskipun algoritma Bellman-Ford menangani database untuk jaringan lain, algoritmaini tidak memungkinkan router untuk mengetahui topologi yang sebenarnya darisebuah internetwork. Router hanya mengetahui informasi routing yang diterima dari router lain yang terhubung padanya.Protokol distance vector menggunakan router sebagai post penanda disepanjang jalur yang dilewati paket sampai ke titik tujuan. Informasi satu-satunya yang diketahui router tentang jaringan remote adalah arah atau metric untuk mencapai jaringantujuan dan jalur mana atau interface mana untuk sampai kesana. Protokol routingdistance vector tidak mengetahui peta sebenarnya dari topologi jaringan.
 
Protokol distance vector bekerja baik pada keadaan:
  • Jaringan tunggal dan datar dan tidak membutuhkan perancangan hirarki.
  • Administrator tidak membutuhkan pengetahuan lebih untuk konfigurasi dan troubleshoot protokol link-state.
  • Jenis jaringan yang khusus, seperti hub dan jaringan spoke yang diiplementasikan secara bersama-sama. 
  • Tidak mempertimbangkan kepadatan data pada jaringan convergen

Link-state Protocol Operation
Kebalikan dari operasi protokol routing distance vector, router yang dikonfigurasi dengan protokol routing link-state bisa membuat gambaran lengkap tentang topologi jaringan dengan mengumpulkan informasi dari semua router lain yang terhubung.Untuk melanjutkan analogi tentang post penanda, menggunakan protokol routinglink-state seperti memiliki peta yang lengkap dari topologi jaringan. Post penandatidak dibutuhkan disini, karena semua router link-state menggunakan peta jaringanyang sama. Router link-state menggunakan informasi link-state untuk menciptakanpeta topologi dan untuk memilih jalur terbaik untuk semua jaringan tujuan padatopologi tersebut.

Dengan beberapa protocol routing distance vector, router mengirimkan secara periodic perubahan informasi routing yang terjadi pada router yang terhubung dengannya. Protokol routing link-state tidak menggunakan system ini. Setelah jaringan terpusat, link-state akan mengirimkan informasi perubahan ketika terjadi perubahan topologi.
Protokol link-state bekerja baik pada keadaan:
  • Jaringan yang dirancang bersifat hirarki, biasanya pada jaringan yang luas
  • Administrator memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengimplementasikan protokol routing link-state.
  • Kecepatan jaringan konvergen menjadi factor penting

1 comment:

  1. kita juga punya nih artikel mengenai 'Algoritma Routing', silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/763/1/A105-109_ZUHERMANHYPERCUBE.pdf
    trimakasih
    semoga bermanfaat

    ReplyDelete